Sabtu, 06 Desember 2008

Budaya yang hilang

Salam buat semua yang baca tentang blog SAKI ( Sanggar Anak Kampung Indonesia)....

SAKI, terbentuk nya SAKI ini adalah karna adanya minat dan kemauan yang tinggi dari temen2 muda-mudi kampung yang dekat dengan sungai Code, mereka ingin mendapat kehidupan yang lebih baik untuk generasi penerus yang ada di kamung ini, seperti taun2 belakangan ini banyak sekali remaja yang telah meninggalkan bahkan lupa dengan budaya/ seni yang ada di Jogjakarta, kita ambil contoh gampangnya aja, anak2 jaman sekarang lebih suka main dengan tekhnologi yang taun belakangan ini sangat meledak dengan pengeluaran-pengeluaran terbaru, seperti handphone,internet, playstation, dan sebagainya, yaa kami juga ga munafik klo semua itu kami butuhkan tapi setidaknya harus balanced dengan budaya atau permainan jawa yang sudah ada.
Kami sebagai remaja yang juga sudah pernah merasakan permainan-permaina kuno yang sekarang sudah sangat sedikit peminatnya, padahal permainan-permainan kuno itu sanggat mengasyikan,seru dan itu ada nilai budayanya, permaina itu sebagai contoh permaianan Daqon(bantumi hehehe-red) permainan itu melatih kejujuran setiap pemain yang memainkan permainan tersebut, permainan tersebut melibatkan 2 orang yang berhadapan dan permainanya itu dimulai bareng-bareng terlebih dahulu lalu kalau lawan sudah kehabisan bij(keci-red) dia harus berhenti sampai menunggu lawan yang selajutnya bermain, dipermaian ini kita dituntut untuk jujur terhadap lawan bermain, dan terus seperti itu.
contoh yang kedua permainan delikan(peta umpet-red) permainan ini melibatkan tidak hanya 2 orang, permainan ini harus melibatkan banyak orang yang ikut dipermainan ini karna kalau hanya 2 orang pasti tidak seru, cara permaian ini adalah kita semua berkumpul membuat sebuah lingkaran dan hom pim pa naa siapa yang kalah dia yang nantinya akan jadi/ yang akan jaga dan mencari temen-teman yang ngumpet sampai ketemu, yang jadi ini harus sigap dan harus cepat menebak siapa orang yang ia lihat agar dia nanti juga jadi/jaga(kalah-red) dan seterusnya. Dan sebagainya itu hanya contoh-contoh kecil saja, permaiannya masih lebih banyak lagi, kami ingin ganerasi berikutnya tidak melupakan semua permaiana-permaian tersebut dan mereka tidak meninggalkannya, intinya generasi berikutnya tau kalau ada permaian yang lebih seru dan alami.
Keingina kita ini semoga juga diimbangi dengan tindakan yang harus kita lakukan untuk mewujudkan keinginan kita ini......

Tidak ada komentar: